Follow Us On

  • Wordpress
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • tumblr
  • stumbleupon
  • BBM
  • LINE

Rabu, 25 Juni 2014

Piala Dunia - Dunia Akan Mengingat Suarez Karena Gigitannya

Penyerang Uruguay, Luis Suarez kembali berulah. Lagi-lagi bintang Liverpool itu mengukuhkan dirinya sebagai seorang ‘drakula’ menyusul aksi gigitnya terhadap bek tangguh Italia, Giorgio Chiellini.

Pada laga penentuan antara Uruguay kontra Italia di laga terakhir babak penyisihan Grup D Piala Dunia 2014, Suarez melakukan tindakan yang tidak hanya mencoreng namanya, melainkan keluarga, negara, dan timnya, demikian penilaian legenda Manchester United dan Inggris, Paul Scholes.

Sebagai catatan, ini merupakan ketiga kalinya Drakula Anfield itu melakukan aksi gigit. Gigitan pertama Suarez terjadi ketiga masih membela Ajax Amsterdam, saat itu korbannya merupakan pemain PSV Eindhoven, Ottman Bakkal.

Sementara korban kedua ialah, bek Chelsea, Branislav Ivanovic. Akibat insiden ini, pihak FA menghukum pemain berusia 26 tahun tersebut dengan larangan tampil di 10 laga. Dan Chiellini pun menjadi korban ketiga pemain yang kini dikaitkan dengan Real Madrid dan Barcelona itu.

“Luis Suarez telah dihukum berupa larangan 10 pertandingan usai menggigit pemain Chelsea, Ivanovic April 2013 lalu. Jelas itu tidak cukup! Pada Selasa malam (waktu setempat), dengan insiden menggigit pemain Italia, Giorgio Chiellini di laga terakhir Grup D, Suarez telah memalukan klub, negara, juga keluarganya,” tegas Scholes dalam blog resminya di Paddy Power, seperti dilansir Daily Mail, Rabu (25/6/2014).

“Dia akan merasa sangat mengerikan malam ini dan seluruh insiden ini sangat memalukan. Sebab ia merupakan pemain yang luar biasa. Tetapi orang-orang akan selalu mengingat Suarez karena aksi gigitannya yang ia lakukan di Piala Dunia, ketimbang teknik dan kemampuan olah bola miliknya yang begitu luar biasa,” sambungnya.

Scholes menambahkan bahwa Suarez sudah sepatutnya mendapat hukuman menyusul tindakan tidak terpujinya itu. Namun, larangan bermain di sisa laga turnamen empat tahunan itu saja tidak cukup untuk menebus kesalahan yang telah ia lakukan.

 “Melarang ia bermain di sisa Piala Dunia saja tidak cukup, karena Kolombia akan mengalahkan Uruguay di pertandingan berukutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar