Follow Us On

  • Wordpress
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • tumblr
  • stumbleupon
  • BBM
  • LINE

Jumat, 28 Maret 2014

BADMINTON - Indonesia Kehilangan Satu Ganda Putra - 1

TARUHAN ONLINE IDOLA188.COM -Langkah satu pasangan ganda putra Indonesia terhenti di babak 16 besar di turnamen Malaysia Open Grand Prix Gold 2014. Pasangan ganda putra Agrippina Primarahmanto Putera/Hardianto menyerah di tangan unggulan kedelapan asal Malaysia, Tan Boon Heong/Ow Yao Han, 28-26, 21-13.

Sebenarnya penampilan dari pasangan peringkat 90 dunia milik Indonesia tidak buruk, mereka sempat memberikan perlawanan sengit di game pertama kepada pasangan tuan rumah. Namun disayangkan penampilan yang terburu-buru membuat mereka kehilangan momentum game pertama.

Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak game pertama, dimana Agri/Hardi dapat menyusul perolehan angka pasangan Malaysia 20-18, sebelumnya mereka sempat tertinggal 9-12. Sayangnya, Agri/Hardi seperti ingin menyelesaikan game lebih cepat.

Namun, hal tersebut malah menjadi bumerang bagi pasangan peringkat 90 dunia tersebut. Tan/Ow berhasil bangkit dengan menyamakan kedudukan 20-20 dan terus menekan pasangan Indonesia. Suasana yang tegang membuat kedua pasangan melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Sayangnya ketika papan skor menunjukan angka sama kuat 26-26, Ow/Tan berhasil mengkonversi 2 angka berikutnya dan menyudahi game pertama dengan 28-26.

Di game kedua, pasangan Malaysia tampil dengan percaya diri yang membumbung. Dengan memperagakan permainan tempo tinggi, praktis sulit untuk diimbangi oleh Agri/Hardi.

Sebelumnya, langkah pasangan Didit Juang/Muhammad Ulinnuha juga terhenti di babak kedua. Didit/Ulin yang baru saja berpasangan ini dikalahkan oleh ganda putra Jepang, Kenta Kazuno/Kazushi Yamada, 11-21, 11-21.

Dua ganda putra yang masih belum bertanding adalah Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan, Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon. Satu tiket perempatfinal sudah diraih pasangan Fran Kurniawan/Bona Septano yang menyingkirkan ganda putra Taiwan, Lin Chia Yu/Wu Hsiao-Lin, 21-16, 21-9.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar