Jakarta - Setelah kalah dari China, Indonesia sudah harus berhadapan dengan Irak. Tak memiliki banyak waktu, 'Skuat Garuda' pun kini cuma bisa menjaga kebugaran sambil berusaha mengantisipasi permainan lawan lewat rekaman video pertandingan.
Di kandang China, Jumat (15/11/2013) lalu, Indonesia kalah 0-1 dari tuan rumah dalam laga kualifikasi Piala Asia 2015. Dengan hasil tersebut Indonesia dipastikan tak lagi bisa finis di dua posisi teratas klasemen grup, alias meraih tiket lolos langsung. Satu-satunya peluang sampai ke putaran final saat ini adalah melalui perebutan posisi tiga terbaik, walaupun itu terbilang juga sulit untuk dicapai--Indonesia masih jadi juru kunci Grup C.
Apapun, Indonesia kini sudah dinanti laga berikutnya lawan Irak di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (19/11). Tak banyak persiapan khusus, timnas pun hanya latihan ringan serta mempelajari permainan lawan lewat beberapa rekaman video.
"Kemarin kami hanya latihan relaksasi dengan meredam air panas dan dingin. Saya juga sudah membuka classroom untuk melihat evaluasi permainan kami karena waktu kami tidak banyak," sahut Jacksen, Senin (18/11).
"Saya punya beberapa rekaman pertandingan Irak saat melawan Indonesia, melawan Arab Saudi, dan China. Tak ada waktu untuk lakukan apapun. Kami hanya bisa pelajari rekaman lawan dan jaga kebugaran," sambungnya.
Pelatih asal Brasil itu menyadari peluang Indonesia untuk lolos ke Piala Asia 2015 teramat kecil, namun dia meyakini pasukannya masih bersemangat untuk menghadapi Irak. "Saya berharap pemain bisa memahami permainan Irak dan mengantisipasi mereka. Evaluasi masing-masing pemain, saya rasa mereka sudah saling memahami," ujarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar